Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair dari Daun Gamal Menggunakan Bioaktivator EM4
DOI:
https://doi.org/10.1234/jiur.v1i3.78Keywords:
pakcoy, daun gamal, pupuk organik cair, EM4, pertumbuhan, hasilAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari daun gamal (Gliricidia sepium) dengan menggunakan bioaktivator EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Nusa Lontar Rote pada Juli–September 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa POC), P1 (20 ml POC/100 ml air), dan P2 (30 ml POC/100 ml air). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun gamal berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Perlakuan P2 menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 21,8 cm, jumlah daun 13,3 helai, dan berat segar 56,3 g. Unsur nitrogen (N) pada daun gamal berperan penting dalam pembentukan jaringan vegetatif, fosfor (P) mendukung pembentukan akar, sedangkan kalium (K) meningkatkan kekuatan jaringan tanaman dan hasil panen. Kandungan mikroorganisme dalam EM4 seperti Lactobacillus sp., Rhodopseudomonas sp., dan Streptomyces sp. mempercepat fermentasi dan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Dengan demikian, pupuk organik cair dari daun gamal yang difermentasi menggunakan EM4 terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman pakcoy serta menjadi alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan.
References
Adiwimarta, S. (2007). Budidaya dan Manfaat Tanaman Gamal. Jakarta: Penebar Swadaya.
Brady, N. C., & Weil, R. R. (2010). Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Education.
Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of Crop Plants. Ames: Iowa State University Press.
Hadisuwito, S. (2007). Membuat Pupuk Organik Cair. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hadisuwito, S. (2012). Pupuk Organik untuk Pertanian Modern. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Haryanto, E., Suhartini, T., & Rahayu, E. (2001). Sawi dan Selada. Penebar Swadaya.
Hutasoit, R., & Herkules. (2024). Pengaruh POC Daun Gamal terhadap Pertumbuhan Pakcoy. Jurnal Pertanian Tropika, 5(2), 33–40.
Lakitan, B. (2012). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Lingga, P., & Marsono, S. (2013). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.
Nasrun, A., dkk. (2016). Peran EM4 dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair. Jurnal Agroekoteknologi, 8(1), 25–32
Polii, G. M. M. (2009). Respon Tanaman Kangkung terhadap Variasi Waktu Pemberian Pupuk Kotoran Ayam. Journal Soil Environment, 7(1), 5–10.
Pratama, A. (2020). Pemanfaatan POC dalam Budidaya Sayuran Organik. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(2), 150–158.
Salisbury, F. B., & Ross, C. W. (1995). Plant Physiology. Wadsworth Publishing.
Sutedjo, M. M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
Suwahyono, S. (2011). Panduan Pupuk Organik dan Pengomposan. Yogyakarta: Gava Media.
Wulandari, D., et al. (2019). Efektivitas EM4 pada Pengomposan Limbah Sayur. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 3(1), 45–53.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
