PROSES PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN AIR CUCIAN BERAS DI DESA NGGELODAE KECAMATAN ROTE SELATAN KABUPATEN ROTE NDAO
DOI:
https://doi.org/10.1234/jiur.v1i1.73Kata Kunci:
Pengabdian kepada masyarakat, pupuk kompos, EM4, air cucian beras, pertanian berkelanjutan, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh tim Universitas Nusa Lontar Rote ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pertanian berkelanjutan di pedesaan. Program berfokus pada pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos dengan membandingkan efektivitas dua bioaktivator, yaitu EM4 (Effective Microorganisms 4) dan air cucian beras. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah organik rumah tangga di Desa Nggelodae dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan limbah ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa, kelompok tani, dan tokoh masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan fermentasi, serta evaluasi hasil. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa EM4 mempercepat proses fermentasi (30–35 hari) dengan kompos berwarna hitam pekat, remah, tidak berbau, dan kaya unsur hara. Sementara air cucian beras membutuhkan waktu lebih lama (40–45 hari) dengan hasil cukup baik. Meski demikian, air cucian beras tetap bernilai ekonomis karena mudah diperoleh tanpa biaya tambahan. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan limbah serta menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.
Referensi
Budiawan, I. W., & Suryani, N. K. (2019). Pemanfaatan EM4 dalam Pembuatan Kompos Organik untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah. Jurnal Pertanian Tropis, 6(2), 55–63.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. (2017). Pedoman Pembuatan Pupuk Organik. Kementerian Pertanian RI. Jakarta.
Hidayati, N., & Suprapto, B. (2020). Analisis Kualitas Kompos dengan Menggunakan Bahan Aktivator Berbeda. Jurnal Agroteknologi, 11(1), 45–54.
Indriani, Y. H. (2011). Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup. (2015). Panduan Praktis Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga. KLHK. Jakarta.
Musnamar, E. I. (2003). Pupuk Organik: Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi, dan Manfaatnya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Setiawan, R., & Anjani, D. (2021). Efektivitas Air Cucian Beras sebagai Aktivator Alami dalam Proses Pengomposan. Jurnal Biologi Lingkungan, 12(3), 101–110.
Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta.
Suyatno, A., & Kurniawan, B. (2018). Teknologi Pupuk Organik dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Teknologi Pertanian, 9(1), 23–32.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
