PENGARUH JUMLAH BIBIT PERLUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DI KEBUN PERCOBAAN UNIVERSITAS NUSA LONTAR ROTE

Penulis

  • Antonius Solo universitas Nusa Lontar Rote

DOI:

https://doi.org/10.1234/jiur.v1i3.82

Kata Kunci:

kangkung darat, jumlah bibit, pertumbuhan, hasil tanaman, Mokdale

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Nusa Lontar, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 Juli – 15 Agustus 2025. Rancangan percobaan menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan jumlah bibit per lubang, yaitu P1 (3 bibit/lubang), P2 (4 bibit/lubang), dan P3 (5 bibit/lubang), masing-masing diulang 3 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman kangkung. Perlakuan 3 bibit per lubang (P1) memberikan hasil tertinggi dengan rata-rata tinggi tanaman 25 cm, jumlah daun 18 helai, dan berat segar 46 g. Perlakuan 5 bibit per lubang (P3) menghasilkan pertumbuhan terendah dengan rata-rata tinggi tanaman 20 cm, jumlah daun 13 helai, dan berat segar 39 g. Semakin banyak jumlah bibit per lubang tanam, semakin tinggi tingkat kompetisi antar tanaman terhadap unsur hara, air, dan cahaya sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman menurun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan 3 bibit per lubang tanam merupakan jumlah yang paling efektif untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung yang optimal.

Referensi

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (2010). Physiology of Crop Plants.

Ames, IA: Iowa State University Press.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (2018). Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI Press.

Ismail, A., Rahmawati, & Yusuf, M. (2020). Pengaruh kerapatan tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Jurnal Agrotek Indonesia, 12(2), 77–83.

Lakitan, B. (2019). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Rajawali Pers. Lingga, P., & Marsono, B. (2010). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Marlina, S., & Hartati, N. (2015). Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sayuran daun. Jurnal Hortikultura Tropika, 4(1), 12–19.

Rahmawati, N. (2020). Pengaruh jumlah bibit per lubang terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung darat (Ipomoea reptans). Jurnal Agroekoteknologi, 9(1), 55–62.

Sari, D. P. (2021). Pengaruh kerapatan tanam terhadap efisiensi cahaya dan hasil sayuran daun. Jurnal Pertanian Modern, 6(3), 45–52.

Sastroutomo, S. S. (2012). Ekologi Tanaman dan Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sitompul, S. M., & Guritno, B. (2015). Analisis Pertumbuhan Tanaman.Yogyakarta: UGM Press.

Sutanto, R. (2017). Prinsip Dasar Budidaya Tanaman Organik. Yogyakarta: Kanisius.

Takhtajan, A. (2009). Flowering Plants. Berlin: Springer.

Wati, N., Suryani, T., & Lestari, M. (2019). Pengaruh kerapatan tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam hijau. Jurnal Agrovigor, 2(1), 14– 20.

Yuliani, E. (2018). Pengaruh jumlah bibit per lubang terhadap pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.). Jurnal Ilmiah Pertanian Tropika, 3(2),

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2026-01-06

Cara Mengutip

Solo, A. (2026). PENGARUH JUMLAH BIBIT PERLUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DI KEBUN PERCOBAAN UNIVERSITAS NUSA LONTAR ROTE. JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE, 1(3), 1–9. https://doi.org/10.1234/jiur.v1i3.82