Pelatihan Pemanfaatan Lahan Terbatas Menjadi Kebun Yang Produktif Untuk Tanaman Hidroponik Di Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao.
DOI:
https://doi.org/10.1234/jiur.v1i1.71Kata Kunci:
Pengabdian kepada masyarakat, Hidropoonik, lahan terbatas, pertanian modern, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh tim Universitas Nusa Lontar Rote dengan tujuan memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan keterbatasan lahan dan sumber daya air di Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao. Desa ini memiliki kondisi geografis berupa lahan kering, berbatu, dan beriklim panas, yang menyebabkan pertanian konvensional sulit berkembang. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini memperkenalkan teknologi pertanian modern melalui sistem hidroponik, yaitu metode bercocok tanam tanpa tanah menggunakan larutan nutrisi sebagai media tumbuh. Sistem ini dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan air, hemat lahan, serta mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas tinggi Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, kelompok tani, ibu rumah tangga, dan generasi muda desa. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi konsep hidroponik, pelatihan teknis pembuatan instalasi sederhana (menggunakan pipa PVC dan rakit apung), pendampingan penanaman dan perawatan tanaman, serta evaluasi hasil panen. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap teknologi pertanian modern. Selain itu, terbentuk kebun hidroponik percontohan di pekarangan rumah warga sebagai model pembelajaran berkelanjutan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa hidroponik mampu meningkatkan produktivitas lahan sempit dengan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan kualitas panen yang lebih baik dibandingkan metode tradisional. Program ini juga berdampak positif terhadap ekonomi rumah tangga melalui penjualan hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Dari sisi sosial, kegiatan ini menumbuhkan semangat gotong royong, pemberdayaan perempuan, dan keterlibatan pemuda dalam pertanian produktif. Dengan dukungan pemerintah desa dan lembaga pendidikan tinggi, sistem hidroponik diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan .
Referensi
Afrianto, R., & Sugiarto, D. (2020). Teknologi Hidroponik untuk Pertanian Perkotaan. Yogyakarta: Deepublish.
Aisyah, R. (2021). “Penerapan Sistem Hidroponik sebagai Solusi Pertanian di Lahan Sempit.” Jurnal Agro Inovasi, 8(2), 45–52. https://doi.org/10.1234/jai.v8i2.456
Fajri, A., & Lestari, P. (2019). Hidroponik: Teknik Bercocok Tanam Modern di Era Urbanisasi. Bandung: Alfabeta.
Haryanto, T. (2020). “Analisis Efisiensi Air pada Sistem Hidroponik di Daerah Kering.” Jurnal Sains Pertanian Indonesia, 18(1), 23–31.
Isnaini, S., & Kurniawan, R. (2022). Pertanian Ramah Lingkungan: Konsep dan Implementasi di Pedesaan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Pedoman Umum Penerapan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pertanian. Jakarta: Kementan RI.
Nugraha, A., & Utami, R. (2023). “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Hidroponik di Desa.” Jurnal Pengabdian Masyarakat AgroTechno, 4(1), 12–20.
Putra, E., & Rahmawati, L. (2020). “Optimalisasi Pekarangan Rumah dengan Sistem Hidroponik.” Jurnal Inovasi Teknologi Pertanian, 3(2), 77–85.
Rahmatullah, S., & Dini, L. (2021). Teknik Dasar Hidroponik: Praktik dan Aplikasinya di Masyarakat. Malang: UB Press.
Suryani, M. (2019). “Hidroponik Sebagai Alternatif Pertanian Berkelanjutan.” Jurnal Agrotek Indonesia, 6(3), 101–109
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
