PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frusteses L.)
Kata Kunci:
cabai rawit, mulsa, pertumbuhan vegetatifAbstrak
Pengaruh pemberian mulsa organik dan anorganik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa organik dan anorganik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Persiapan Lelain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu: perlakuan Tanpa Mulsa (P0), Mulsa Plastik Hitam Perak (P1), Mulsa Jerami padi (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perlakuan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai rawit pada umur 4 dan 8 minggu setelah tanam. Perlakuan jenis mulsa berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 dan 8 minggu setelah tanam. Mulsa plastik dan mulsa jerami memberikan respon yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit, karena kedua jenis mulsa ini tidak menujukan perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, namun keduanya berbeda nyata dengan tanpa menggunakan mulsa. Penggunaan mulsa jerami menjadi rekomendasi dalam budidaya tanaman cabai rawit karena secara ekonomis lebih murah dan mudah didapatkan.
Referensi
Anggraini, R., Abdul H., dan Syamsuddin L. 2017. Pemanfaatan Mulsa Dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicumesculentum Mill.). Jurnal Agroland. 24 (1) : 64 – 72
Dewi, E. S. 2013. Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat. Jurnal AgroPet 10(1): 28-34.
Endang, S. D. 2013. Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Pada Pertumbuhan Hasil Tanaman Tomat. J. Agropet, 10. (1) : 28-34.
Gomez, A.K. dan A.A Gomez.2010. Prosedur Statistika untuk Penelitian Pertanian Edisi Kedua. Penerjemah: Endang sjamsuddin dan JustikaS. Baharsjah. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Hayati, E. A. Halim Ahmad, dan Cut Taisir Rahman. 2010. Respon Jagung Manis (Zea mays, Sacharata Shout) Terhadap Penggunaan Mulsa dan Pupuk Organik. J. Agrista,14 (1):21-24.
Heryani, N., K. Budi., Y. Sugiarto, dan T. Handayani. 2013. Pemberian Mulsa dalam Budidaya Cabai Rawit di Lahan Kering: Dampaknya terhadap Hasil Tanaman dan Aliran Permukaan. Jurnal Agronomi Indonesia. 41 (2) : 147 – 153
##submission.additionalFiles##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
