PENERAPAN SISTEM IRIGASI TETES HEMAT AIR PADA BUDIDAYA SAYURAN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA NDAONUSE, KECAMATAN NDAO NUSE, KABUPATEN ROTE NDAO

PENERAPAN SISTEM IRIGASI TETES HEMAT AIR PADA BUDIDAYA SAYURAN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA NDAONUSE, KECAMATAN NDAO NUSE, KABUPATEN ROTE NDAO

Penulis

  • Antonius Solo universitas Nusa Lontar Rote

DOI:

https://doi.org/10.1234/jiur.v2i1.111

Kata Kunci:

irigasi tetes, hemat air, budidaya sayuran, ketahanan pangan, Desa Ndaonuse, PKM

Abstrak

Desa Ndaonuse, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu wilayah yang menghadapi keterbatasan ketersediaan air, terutama pada musim kemarau, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas budidaya sayuran dan ketahanan pangan masyarakat. Kondisi tersebut memerlukan penerapan teknologi irigasi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi kebutuhan tanaman. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan sistem irigasi tetes hemat air pada budidaya sayuran sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan air, serta mendukung ketahanan pangan masyarakat. Metode pelaksanaan program meliputi tahap identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok tani, penyuluhan, pelatihan, pemasangan instalasi irigasi tetes, pendampingan budidaya sayuran, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sistem irigasi tetes dibangun menggunakan tangki penampung air, pipa PVC, selang distribusi, emitter, dan perlengkapan pendukung lainnya sehingga air dapat dialirkan secara perlahan langsung ke daerah perakaran tanaman. Komoditas yang dibudidayakan meliputi sawi hijau, kangkung, dan bayam yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, menjaga kelembapan tanah, memperbaiki pertumbuhan tanaman, serta mengurangi kehilangan air akibat penguapan dan aliran permukaan. Selain itu, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem irigasi tetes sehingga mampu menerapkan teknologi tersebut secara mandiri. Program ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan budidaya sayuran yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan sistem irigasi tetes hemat air menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah lahan kering serta berpotensi untuk diterapkan pada desa-desa lain yang memiliki karakteristik serupa.

Referensi

Allen, R. G., Pereira, L. S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop evapotranspiration: Guidelines for computing crop water requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56). Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air (Edisi ke-2). IPB Press.

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Indeks ketahanan pangan Indonesia Tahun 2021. Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao. (2024). Kabupaten Rote Ndao dalam angka 2024. BPS Kabupaten Rote Ndao.

Direktorat Jenderal Hortikultura. (2022). Pedoman teknis pengembangan hortikultura. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2021). The State of Food and Agriculture 2021: Making agrifood systems more resilient to shocks and stresses. FAO.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2023). The State of Food Security and Nutrition in the World 2023. FAO.

Hansen, V. E., Israelsen, O. W., & Stringham, G. E. (1986). Irrigation principles and practices (4th ed.). John Wiley & Sons.

James, L. G. (1988). Principles of farm irrigation system design. John Wiley & Sons.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Rencana strategis Kementerian Pertanian Tahun 2020–2024. Kementerian Pertanian RI.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Statistik hortikultura Tahun 2022. Direktorat Jenderal Hortikultura.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Statistik pertanian 2023. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020–2024. Kementerian PPN/Bappenas.

Michael, A. M. (2008). Irrigation: Theory and practice (2nd ed.). Vikas Publishing House.

Michael, A. M. (2011). Fundamentals of irrigation engineering. Vikas Publishing House.

Mulyani, A., & Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan potensi lahan kering di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1), 1–12.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020–2024.

Pusat Penyuluhan Pertanian. (2021). Modul budidaya sayuran ramah lingkungan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Rukmana, R. (1994). Budidaya sawi. Kanisius.

Rukmana, R. (1995). Budidaya kangkung. Kanisius.

Sutanto, R. (2005). Dasar-dasar ilmu tanah: Konsep dan kenyataan. Kanisius.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.

Adekalu, K. O., Ogunjimi, L. A. O., & Okelana, M. A. (2002). An analysis of drip irrigation systems and application for enhanced crop production. Journal of Agricultural Engineering Research, 82(3), 293–304.

Lamm, F. R., Ayars, J. E., & Nakayama, F. S. (Eds.). (2007). Microirrigation for crop production: Design, operation, and management. Elsevier.

Postel, S. L. (1999). Pillar of sand: Can the irrigation miracle last? W. W. Norton & Company.

Shock, C. C., & Wang, F. X. (2011). Soil water tension, a powerful measurement for productivity and stewardship. HortScience, 46(2), 178–185.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Solo, A. (2026). PENERAPAN SISTEM IRIGASI TETES HEMAT AIR PADA BUDIDAYA SAYURAN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA NDAONUSE, KECAMATAN NDAO NUSE, KABUPATEN ROTE NDAO: PENERAPAN SISTEM IRIGASI TETES HEMAT AIR PADA BUDIDAYA SAYURAN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA NDAONUSE, KECAMATAN NDAO NUSE, KABUPATEN ROTE NDAO. JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE, 2(1). https://doi.org/10.1234/jiur.v2i1.111

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama