DINAMIKA SOSIO-ESTETIKA WASTRA NUSANTARA: REKONSTRUKSI HISTORIS DAN TRANSFORMASI MOTIF TENUN IKAT TRADISIONAL NDAO

Penulis

  • M. Furqan Universitas Nusa Lontar Rote
  • Yusuf UNIVERSITAS NUSA LONTAR ROTE

DOI:

https://doi.org/10.1234/jiur.v2i1.101

Kata Kunci:

Tenun Ikat, Sejarah Motif, Ndao Nuse, Dinamika Budaya, Ekonomi Kreatif

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis alur sejarah dan dinamika perkembangan motif tenun ikat tradisional di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2024. Fokus kajian diarahkan pada transformasi desain estetika motif akibat penetrasi modernisasi dan tuntutan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap 21 informan (termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penenun), studi kepustakaan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur sejarah perkembangan motif tenun Ndao melewati beberapa fase penting sepanjang dua dekade terakhir. Masa pra-2000 ditandai dengan pemeliharaan pola klasik menggunakan kapas pintal dan pewarna alami yang terikat kuat pada sakralitas adat. Memasuki dekade 2000-2009, terjadi fase transisi eksperimental dengan diadopsinya benang toko dan pewarna kimia sintetis yang memangkas waktu produksi secara radikal. Pada periode 2010-2019, muncul inovasi fusion motif kontemporer yang merefleksikan kosmologi maritim. Selanjutnya, fase 2020-2024 ditandai dengan lahirnya motif katarsis pasca-pandemi serta dominasi warna pastel monokrom minimalis demi selera pasar urban. Perubahan ini digerakkan oleh pergeseran selera pasar, intervensi pemerintah, pemanfaatan media sosial, kreativitas penenun muda, dan efisiensi bahan baku. Meskipun aspek visual termodifikasi, makna filosofis luhur pada motif utama seperti Analangi, Karoko, Anakapepe, Sagaroro, dan Hua Patitu tetap dipertahankan sebagai benteng identitas budaya lokal etnis Rote Ndao.

Referensi

Alamudi, A. (1990). Evolusi kerajinan tekstil tradisional dan dialektika pasar modern. Penerbit Aksara Nusantara.

Emery, I. (2003). The primary structures of fabrics: An illustrated classification. Washington, DC: The Textile Museum.

Emran, M. (1982). Ragam hias tekstil tradisional: Fungsi, makna, dan nilai simbolis. Citra Budaya Indonesia.

Gazalba, S. (1981). Kebudayaan sebagai kebudayaan material: Pengantar antropologi budaya. Jakarta: Bulan Bintang.

Idris, S. (1976). Prinsip-prinsip penciptaan seni pakai tradisional Nusantara. Penerbit PT Aksara Jaya.

Koentjaraningrat. (1997). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Moedjiono. (2005). Seni sebagai cermin realitas sosial dan catatan sejarah kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nuban, J. (2005). Budaya tekstil tradisional kawasan Nusa Tenggara Timur. Kupang: Dinas Kebudayaan Provinsi NTT.

Nugroho, A., & Lestari, P. (2025). Digitalisasi wastra Nusantara: Menegosiasikan tradisi dan komersialisasi di pasar global. Jurnal Kajian Budaya Kontemporer, 14(1), 45-59.

Pratiwi, R. (2026). Ketahanan budaya komunal: Perlindungan hukum ekspresi budaya tradisional di era industri kreatif. Penerbit Pustaka Akademika.

Sareng, J. (1992). Struktur pengerjaan ragam hias geometris tekstil tradisional. Nusa Indah.

Smith, J., & Jones, M. (2024). The communicative power of indigenous textiles: A global perspective on cultural sustainability. International Journal of Heritage Studies, 30(2), 112-128.

Soepomo, S. (2004). Sejarah dan variasi nilai baru dalam produk kebudayaan material. Bandung: Alfabeta.

Suhanadji. (2008). Revitalisasi kerajinan tradisional di tengah gaya hidup modern. Surabaya: Lingkar Media.

Sukardi. (2003). Dialektika industri kerajinan rakyat: Antara idealisme budaya dan pasar. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.

Tjahyono, B. (2008). Dualisme estetika kerajinan tradisional akibat introduksi bahan modern. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Yasinta, M. (2003). Kajian antropologis kelestarian budaya tekstil di NTT: Ritual dan investasi. Kupang: Penerbit Nusa Cendana

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2026-06-13

Cara Mengutip

Furqan, M., & Pah, Y. E. . (2026). DINAMIKA SOSIO-ESTETIKA WASTRA NUSANTARA: REKONSTRUKSI HISTORIS DAN TRANSFORMASI MOTIF TENUN IKAT TRADISIONAL NDAO. JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.1234/jiur.v2i1.101

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama