KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT HUNDIHUK DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE

Penulis

  • Nelson Chornelius Ketti Universitas Nusa Lontar Rote
  • Eflin Susana Sanu Universitas Nusa Lontar Rote

DOI:

https://doi.org/10.1234/jiur.v1i2.65

Kata Kunci:

Ekosistem, Kearifan Lokal, Hutan Mangrove

Abstrak

Desa Hundihuk adalah salah satu daerah pesisir pantai yang banyak ditumbuhi hutan mangrove. Masyarakat setempat banyak memanfaatkan produk hutan mangrove dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat pemanfaatan hutan mangrove di desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao, serta nilai-nilai kearifan lokal yang pernah dijalankan atau masih berlangsung di desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini adalah potensi dan jenis pemanfaatan hutan mangrove di Desa Hundihuk ada 5 (lima) jenis yaitu: sebagai penghasil kayu bangunan, penghasil kayu bakar, ikan, kepiting, dan kerang. Adapun total nilai manfaat langsung dari keseluruhan jenis manfaat di atas adalah sebesar Rp54.822.500/thn atau  Rp.818.244/Ha/thn, dan pelestarian ekosistem hutan mangrove di Desa Hundihuk masyarakat mempersepsikan transformasi nilai-nilai kearifan lokal Hoholok merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah, dan budayawan untuk menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Hoholok sebagai dasar dalam pelestarian ekosistem hutan mangrove di Desa Hundihuk  dan diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang konkrit di masyarakat.

Referensi

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove (Fungsi dan Manfaatnya). Kanisius. Jogyakarta.

Brian Murray. 2014 Mangrove Ecosystem Services Valuation: State of the Literature, hlm 1-15. Nicholas Institute for Environmental Policy Solutions, Duke University

Dahuri, H. R., J. Rais, S. P. Ginting dan M. J. Sitepu. 2004,. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT Pradnya Paramita, Jakarta.

Fauzi, A. (2006). Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Teori dan Aplikasi.: PTGramedia Jakarta .

Gadgil, M. F. Berkes & C. Folke. (1993). Indigenous knowoledge for biodiveryty conservation. Ambio 22. (2-3) : 151-156.

Indriyanto, 2006. Ekologi Hutan. Cetakan Pertama. Penerbit PT Bumi Aksara. Jakarta

Keraf, A. S. (2003). Etika Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku Kompas

Ketti, N. C. (2021). Peranan Kearifan Lokal Papadak dalam Pengelolaan Pesisir dan Laut di Desa Nggodimeda dan Desa Siomeda, Kecamatan Rote Tengah. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management), 4(2), 513–527. https://doi.org/10.36813/jplb.4.2.513-527

Kustanti A. 2011 Manajemen Hutan Mangrove. Bogor(ID). PT. Penerbit Institut Pertanian Bogor

Lewenussa, I. 2011. Analisis Titik Impas Dan Waktu Pengembalian Investasi Usaha.

Marwa E. Salem and D. Evan Mercer. 2012. The Economic Value of Mangroves: A Meta-Analysis, hlm 359-383Sustainability

Moch. Prihatna Sobari, Luky Adrianto, dan Nurdiana Azis. 2006 analisis ekonomi alternatif pengelolaan ekosistem mangrove Kecamatan Barru, Kabupaten Barru Buletin Ekonomi perikanan Vol. VI. No.3, Tahun 2006 hlm. 59-80.

Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.

Nirarita, Yusuf S. 1996. Vegetasi Lahan Basah. Gadjha Mada university Press. Yogyakarta

Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan. PT. Gramedia. Jakarta

Patang. 2012. Analisis Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove(Kasus di Desa Tongke-Tongke Village, Sinjai Regency). Jurnal Agrisistem. 2 (1) : 4 – 8.

Piyashi DebRoyand R. Jayaraman. 2012. Economic valuation of mangroves for assessing the livelihood ofFisherfolk: a case study in india, hlm 1-11. IIFET 2012 Tanzania Proceedings

Rangkuti, F. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Santoso, N. 2000. Pola Pengawasan Ekosistem Mangrove. Makalah Disampaikan Pada Lokakarya Nasional Pengembangan System Pengawasan Ekosistem Laut Tahun 2000. Jakarta

Satria A. (2002). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir . Jakarta : Pustaka Cidesindo

Sediadi, A dan Edward. 2003. Kandungan klorofil a fitoplankton beserta kondisi oseanografi di Perairan pulau-pulau Lease Maluku Tengah. Makalah Ilmiah. Puslitbang oseanologi- LIPI. Jakarta.

Sukresno dan C. Anwar. 1999. Kajian Intrusi Air Asin pada Kawasan Pantai Ber-lumpur di Pantai Utara Jawa Tengah. Bulletin Teknologi Pengelolaan DAS V (1): 64-72.

Sugiyono. 2009. Metode penelitian Kualitatif R&D. Bandung : CV. Alfabeta

Suparmoko, M,. 2002. Penilaian Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Konsep dan Metode Perhitungan) Penerbit BPEF-Yogyakarta.

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2025-10-01

Cara Mengutip

Ketti, N. C., & Sanu, E. S. (2025). KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT HUNDIHUK DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE. JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE, 1(2), 28–33. https://doi.org/10.1234/jiur.v1i2.65