IMPLEMENTASI SISTEM AKUAPONIK HEMAT AIR SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI DI DESA ANARAE, KECAMATAN NDAO NUSE, KABUPATEN ROTE NDAO
IMPLEMENTASI SISTEM AKUAPONIK HEMAT AIR SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI DI DESA ANARAE, KECAMATAN NDAO NUSE, KABUPATEN ROTE NDAO
DOI:
https://doi.org/10.1234/jiur.v2i1.112Kata Kunci:
akuaponik, hemat air, ketahanan pangan, masyarakat pesisir, budidaya terpadu, Desa Anarae.Abstrak
Masyarakat pesisir di Desa Anarae, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao menghadapi berbagai kendala dalam memenuhi kebutuhan pangan, antara lain keterbatasan sumber air tawar, lahan budidaya yang sempit, serta rendahnya penerapan teknologi pertanian dan perikanan yang efisien. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas pangan dan ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem akuaponik hemat air sebagai teknologi budidaya terpadu yang mampu meningkatkan produksi ikan dan sayuran secara berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat, sosialisasi, pelatihan pembuatan instalasi akuaponik, praktik budidaya ikan dan tanaman, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi. Sistem akuaponik yang diterapkan memanfaatkan sirkulasi air secara tertutup sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, sedangkan limbah organik dari budidaya ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sistem akuaponik. Selain itu, masyarakat mampu memproduksi sayuran dan ikan secara bersamaan dengan penggunaan air yang lebih hemat dibandingkan sistem budidaya konvensional. Program ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, mengurangi biaya produksi, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan terpadu. Dengan demikian, implementasi sistem akuaponik hemat air dapat menjadi salah satu solusi yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat pesisir di Desa Anarae serta berpotensi direplikasi pada wilayah pesisir lainnya yang memiliki karakteristik serupa.
Referensi
Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao. (2024). Kabupaten Rote Ndao dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Rote Ndao.
Diver, S. (2006). Aquaponics—Integration of Hydroponics with Aquaculture. National Sustainable Agriculture Information Service (ATTRA), United States Department of Agriculture.
Goddek, S., Joyce, A., Kotzen, B., & Burnell, G. M. (Eds.). (2019). Aquaponics Food Production Systems: Combined Aquaculture and Hydroponic Production Technologies for the Future. Springer.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2022). Statistik Kelautan dan Perikanan Tahun 2022. Jakarta: KKP RI.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Statistik Hortikultura Tahun 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura.
Kotzen, B., & Appelbaum, S. (2010). An Investigation of Aquaponics Using Brackish Water Resources in Arid Regions. Journal of Applied Aquaculture, 22(4), 297–320.
Love, D. C., Fry, J. P., Genello, L., Hill, E. S., Frederick, J. A., Li, X., & Semmens, K. (2014). Commercial Aquaponics Production and Profitability: Findings from an International Survey. Aquaculture, 435, 67–74.
Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Mulyani, A., & Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan Potensi Lahan Kering Mendukung Ketahanan Pangan di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1), 47–55.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.
Rakocy, J. E., Masser, M. P., & Losordo, T. M. (2006). Recirculating Aquaculture Tank Production Systems: Aquaponics—Integrating Fish and Plant Culture. Southern Regional Aquaculture Center Publication No. 454.
Resh, H. M. (2013). Hydroponic Food Production (7th ed.). CRC Press.
Sastro, Y., & Rokhmah, N. A. (2016). Akuaponik: Budidaya Tanaman Terintegrasi dengan Ikan, Permasalahan, Keharaan dan Strategi Mengatasinya. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.
Somerville, C., Cohen, M., Pantanella, E., Stankus, A., & Lovatelli, A. (2014). Small-scale Aquaponic Food Production: Integrated Fish and Plant Farming. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Yildiz, H. Y., Robaina, L., Pirhonen, J., Mente, E., Domínguez, D., & Parisi, G. (2017). Fish Welfare in Aquaponic Systems: Its Relation to Water Quality with an Emphasis on Feed and Faeces—A Review. Water, 9(1), 13.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
