Peran Perempuan Memanfaatkan Hasil Perkebunan Kelapa dalam Perspektif Geografi Sosial di Desa Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao
DOI:
https://doi.org/10.1234/jiur.v2i1.100Kata Kunci:
Peran, Perkebunan kelapa, Geografi SosialAbstrak
Peran perempuan seringkali menjadi faktor penentu dalam keberlanjutan ekosistem dan ekonomi rumah tangga. Memahami peran perempuan secara komprehensif tidak hanya sebagai pekerja tetapi sebagai pengambil keputusan dan aktor ekonomi adalah kunci untuk menganalisis keberlanjutan sosial dan ekonomi di wilayah berbasis agraris. Keterlibatan masyarakat Desa Oeseli dalam pengelolaan SDA perkebunan, khususnya kelapa, namun, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran peran perempuan dari sekadar pelaku pasca-panen tradisional menuju aktor yang menggerakkan inovasi ekonomi. Sejak tahun 2021, Kelompok Pokmas Ita Esa memproduksi Sabun Mina No berbahan dasar minyak kelapa menunjukkan adanya potensi besar yang diinisiasi oleh kelompok perempuan. Kehadiran kelompok ini merupakan bukti nyata kapabilitas perempuan dalam menciptakan inovasi dan perputaran ekonomi yang signifikan. Namun, keberhasilan ekonomi ini ternyata menghadapi ancaman serius terhadap keberlanjutannya. Saat ini, produksi Sabun Mina No terhenti akibat kendala pasokan bahan baku utama minyak kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam pemanfaatan hasil perkebunan dan mengkaji implikasi beban kerja ganda akibat pembagian kerja gender tradisional terhadap pembatasan ruang dan waktu perempuan dalam memanfaatkan sumber daya perkebunan di Desa Oeseli. Analisa data yang digunakan analisa deskriptif kualitatif. Konflik alokasi sumber daya kelapa mengindikasikan adanya ketidakseimbangan kontrol atas sumber daya pemanfaatan hasil perkebunan di tingkat rumah tangga. Norma pembagian kerja gender tradisional masih berlaku: laki-laki bertugas memanen kelapa, sementara tahapan pasca-panen dilakukan oleh perempuan sehingga mengalami beban kerja ganda. Beban kerja ini tidak hanya menguras energi tetapi juga membatasi ruang dan waktu perempuan untuk beraktivitas secara publik, memaksa mereka mengatur waktu dengan sangat efisien antara domain domestik dan publik.
Referensi
ANTARA News Kupang. (2023). Mama-mama di Rote harapkan rumah produksi untuk dukung usaha sabun. https://kupang.antaranews.com/
ATSEA. (2023). Meraup Cuan dari Sabun Rumput Laut. https://atsea-program.com/
Cepatlakoo. (n.d.). Kode Pos Desa Oeseli, Rote Barat Daya. https://kodepos.cepatlakoo.com/
Kemenparekraf. (2021). Desa Wisata Oeseli. https://jadesta.kemenpar.go.id/
Kompas.id. (2019). Pemetaan Wilayah Bisa Bantu Pembagian Lahan Produksi dengan Cagar Alam. https://www.kompas.id
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 18 Tahun 2023 tentang Batas Wilayah Administrasi Desa Oeseli di Kecamatan Rote Barat Daya.
RRI.co.id. (2024). UMKM Sabun Minano Desa Oeseli Kembangkan Bahan Lokal. https://rri.co.id/
Siti Maimunah. (2013). Perempuan dan Lingkungan: Gerakan Perempuan sebagai Penjaga Bumi. Pustaka Pelajar.
SMAN 1 Jogja. (2025). Geografi Pertanian dan Industri: Memahami Pola Ekonomi Spasial. https://sman1jogja.id/
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tempo.co. (2023). Meraup Cuan dari Sabun Rumput Laut.https://dua.tempo.co/
Universitas Andalas. (2025). Pengaturan Tata Kelola Indikasi Geografis di Daerah dalam Rangka Pencapaian Sustainable Development Goals ke-8. http://scolar.unand.ac.id/
Wulandari, M., & Hartono, D. (2020). Peran Perempuan dalam Pengelolaan Kebun Kopi Berbasis Kearifan Lokal di Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 25(4), 312-321.
##submission.additionalFiles##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
